hxmah

hxmah
nurse

Selasa, 20 Desember 2011

proses pembekuan darah

PROSES PEMBEKUAN DARAH

PEMBEKUAN DARAH
Sel darah pembeku disebut juga trombosit. Trombosit bentuknya tidak beraturan, berukuran kecil ± 3 μ dan tidak memiliki inti. Jumlahnya ± 200.000 – 450.000/mm3 darah. Trombosit dibuat dalam sumsum merah dari megakariosit. Megakariosit merupakan trombosit yang sangat besar dalam sumsum tulang. Trombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah jika terjadi luka. Sifatnya rapuh, jika terkena benturan pada bidang yang besar atau berhubungan dengan udara akan pecah dan akan mengeluarkan zat yang disebut trombokinase atau tromboplastin.

Apabila terjadi luka dan darah keluar, trombosit akan bersentuhan dengan permukaan luka yang kasar, akan pecah dan mengeluarkan tromboplastin/trombokinase. Trombokinase bersama-sama ion Ca++ akan mengubah protrombin menjadi trombin. Protombin adalah senyawa globulin yang larut dalam plasma darah. Protrombin dibuat di dalam hati dengan bantuan vitamin K.

Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang akan menghalangi keluarnya sel-sel darah hingga terjadi pembekuan darah dalam waktu ± 5 menit. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah bagan pembekuan darah berikut ini




Dari uraian tersebut, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa untuk proses pembekuan darah diperlukan trombokinase, Ca++, vitamin K, protrombin. Jika salah satu komponen tidak ada, proses pembekuan darah akan terhambat. Hemofilia merupakan penyakit bawaan, yaitu seseorang tidak mampu menghasilkan zat antihemofili, sehingga darahnya sukar membeku jika terjadi luka. Penyakit itu merupakan warisan yang diturunkan dari kedua orang tua.

Sebaliknya pada proses pengambilan darah, agar pembekuan darah dapat dicegah dilakukan hal-hal berikut:
  1. Memberikan garam natrium sitrat atau natrium oksalat, dengan tujuan mengikat ion Ca++ hingga pembentukan trombin terhambat.
  2. Mencegah terjadinya luka yang besar, misalnya menggunakan jarum yang tajam.
  3. Darah yang sudah diambil disimpan di tempat yang dingin, pada suhu 0ºC, hingga enzim pembekuan tidak aktif.
  4. Memberikan bahan antikoagulasi, seperti hirudin, heparin yang menghalangi reaksi fibrinogen dengan trombin.
proses pembekuan darah

meningitis

hxmahhikmah
elisabeth
stikes santa elisabeth semarang

/ ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSYARAFAN
MENINGITIS ENSEFALITIS
STIKBETH

Disusun Oleh
Kelompok 4:

David Ardi Susanto                  (200921011)
Hardono                                    (200921019)
Kristina Ika Mayasari               (200921028)
Ningsih                                     (200921035)
Siti Hikmah Musyarofah          (200921042)
Susana Ika Kristiyani                (200921045)

STIKES St. ELISABETH SEMARANG
PRODI D-III KEPERAWATAN
2010 / 2011
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sebagai calon perawat yang professional kita harus banyak mengetahui dan mempelajari tentang ilmu keperawatan salah satunya tentang ilmu yang mempelajar penyakit.Dalam  makalah ini penulis membahas tentang penyakit meningitis dan encephalitis, dimana penulis menjabarkan tentang definisi, etiologi, tanda dan gejala, patofisiologi dan pathway serta asuhan keperawatan dari penyakit meningitis dan encephalitis
B.     Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui  definisi, etiologi, tanda dan gejala, patofisiologi dan pathway serta asuhan keperawatan dari penyakit meningitis dan encephalitis.
C.    Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah penulis berharap agar makalah ini dapat menjadi tambahan ilmu tentang definisi, etiologi, tanda dan gejala, patofisiologi dan pathway serta asuhan keperawatan dari penyakit meningitis dan encephalitis.















BAB II
MENINGITIS/ ENSEPALITIS

A.    Pengertian
Meningitis
adalah infeksi pada leptomeningens yang terjadi pada piamater dan arachnoid, disebabkan oleh bakteri, virus, riketsia, atau protozoa yang dapat terjadi secara akut dan kronis. ( Bruner and Sudart, 2001 )
meningitis adalah radang pada meningen (membrane yang mengelilingi otak dan medulla spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri, dan organ jamur.
Ensefalitis
Adalah radang pada otak itu sendiri yang biasanya disebabkan oleh virus herpes simplex atau sitomegalovirus ( Elisabeth J. Corum, BSN, PHD, 2000 )


B.     Klasifikasi
Meningitis dibagi menjadi 2 :
1.      Meningitis purulen ( pus )
Peradangan yang disebabkan oleh abses ( kumplan nanah ) otak dan ensefalitis.
2.      Meningitis serosa ( bakteri )
Peradangan yang disebabkan oleh organisme pada bakteri seperti meningococcus,staphylococcus, Baccilus influenza, Baccilus tubercula, Neiserria meningitides, sreptococus pnemoniae (pada dewasa), haimopilus influenza (pada anak-anak dan remaja).




C.    Etilogi
1.      Meningitis
Etiologi dari meningitis adalah bakteri separti meningococcus,staphylococcus, Baccilus influenza, Baccilus tubercula. Faktor presdisposisi : ISPA, Otitis media, trauma kepala, anemia
2.      Ensefalitis
Etiologi dari ensefalitis adalah bakteri, protozoa, virus, ARBO ( western equire encephalitis, St. Louis encephalitis, Eastern equire encephalitis,Japanese B. Encephalitis, Murvay valley encephalitis ), virus herpes smplex.

D.    Tanda dan Gejala
1.      Nyeri kepala
2.      Demam
3.      Kaku kuduk
4.      Peningkatan TIK ( tekanan intra cranial )
5.      Mual / muntah
6.      Kejang
7.      Tanda kernig positif
8.      Tanda brudzinski
9.      Penurunan kesadaran

E.     Patofisiologi
Meningitis terjadi karena faktor presdisposisi dan mikro organisme yang masuk kedalam aliran darah ke selaput otak sehingga menyebabkan reaksi peradangan pada selaput otak. Reaksi peradangan tersebut menyebabkan eksudat purulen di CSS sehingga menyebabkan peningkatan TIK ( tekanan intra cranial ) dan edema serebri
Ensefalitis terjadi karena mikroorganisme masuk kedalam aliran darah ke sistem saraf pusat ( otak ) sehingga menyebabkan reaksi peradangan. Reaksi peradangan ini menyebabkan peningkatan TIK ( tekanan inttra Crinial ). Peningkatan TIK menyebabkan gangguan neurology dan penurunan fungsi hipotalamus sehingga terjadi hipermetabolik.


F.     Pathway
Meningitis
                        Faktor Predisposisi                              Virus, Bakteri

                                                Masuk ke aliran darah

                                                            Meningen

                                                            Meningitis

Pembentukan eksudat                                                                         Nyeri
Di CSS                                                                                demam tanda-tanda radang

PeningkatanTIK
Edema Cerebri

Mual, muntah

      Nutrisi





Ensefalitis

                                                Virus, bakteri

     Masuk ke aliran darah

elisabeth

family nurseelisabeth
stikes santa elisabeth semarang


hxmah

hxmah

senam kaki

KETERAMPILAN MELAKUKAN SENAM KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS  


Disusun Oleh
Kelompok 4
David Ardi Susanto                                   (200921011)
Hardono                                                     (200921019)
Kristina Ika Mayasari                                 (200921028)
Ningsih                                                       (200921035)
Siti Hikmah Musyarofah                            (200921042)
Susana Ika Kristiyani                                 (200921045)




STIKES St.ELISABETH SEMARANG
PRODI D III KEPERAWATAN
TAHUN 2010

PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Sebagai calon perawat yang professional kita harus banyak mengetahui dan mempelajari tentang ilmu keperawatan salah satunya tentang keterampilaan dalam melakukan senam kaki. Dalam  makalah ini penulis membahas tentang bagaimana melakukan senam kaki yang baik dan benar, dimana penulis menjabarkan tentang pengertian, tujuan, indikasi, kontraindikasi dan prosedur pelaksanaan.
B.   Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui  pengertian, tujuan, indikasi, kontraindikasi dan prosedur pelaksanaan dan dapat mempraktekkannya dengan baik dan benar.
C.   Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah penulis berharap agar makalah ini dapat menjadi tambahan ilmu tentang pengertian, tujuan, indikasi, kontraindikasi dan prosedur pelaksanaan dan dapat mempraktekkannya dengan baik dan benar.












SENAM KAKI
Pengertian senam kaki
Senam kaki adalah kegiatan yang dilakukan oleh pasien DM untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah pada kaki.(S, Sumosardjuno, 1996)
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. (www.diabetusmilitus.com)
Tujuan senam kaki
a.       Memperbaiki sirkulasi darah
b.      Mencegah terjadinya komplikasi lanjut pada pasien DM
c.       Memperkuat otot-otot kecil
d.      Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
e.       Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
f.       Mengatasi keterbatasan gerak sendi
Indikasi dan kontraindikasi senam kaki
Indikasi
Senbam kaki dapat diberikan pada seluruh pasien DM dengan tipe 1 maupun 2. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien di diagnose menderita DM sebagai tindakan pencegahan dini.
Kontraindikasi
1.      Klien mengalami perubahan fungsi fisiologi seperti dipsnu/ nyeri dada
2.      Orng yang depresi, khawatir atau cemas
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Lihat keadaan umum dan keadaan pasien
  2. Cek tanda-tanda vital sebelum melakukan tindakan
  3. Cek status respiratori(adakah dipsnea/nyeri dada)
  4. Perhatikan indikasi dan kontraindikasi dalam pemberian tindakan senam kaki tersebut
  5. Kaji status emosi klien(suasana hati atau mood, motivasi)
Implementasi
a.       Persiapan alat:
-          Kertas Koran 2 lembar
-          Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk)
-          Hanskun
b.      Persiapan klien:
-          Kontrak topic, waktu, tempat, dan tujuan dsilaksanakannya senam kaki
c.        Persiapan lingkungan:
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi k;ien, jaga privasi klien.
Prosedur pelaksanaan senam kaki
1.      Cuci tangan
2.      Jika dilakukan dalam posisi nduduk maka posisikan pasien duduk tegak di atas kursi dengan kaki tidak menyentuh lantai(kaki menganmbang)
3.      Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkok kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali
4.      Dengan meletakkan tumit salah satu kaki di lantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya ,jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki di angkat ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian selama 10 kali
5.      Tumit kaki diletakkan di lantaibagian ujung diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali
6.      Jari-jari kaki dilakukan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali
7.      Angkat salah satu lutut kaki dan luruskan. Gerakkan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan kekanan sebanyak 10 kali.
8.      Luruskan salah kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakan ujung jari kaki kea rah wajah lalu turunkan kembali ke lantai
9.      Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
10.  Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
11.  Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0-9 lakukan secara bergantian.(yang bergerak bagian paha)
12.  Letakkan sehelai Koran dilantai. Bbbbentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semulamenggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali.
13.  Lalu robek Koran menjadi 2 bagian ,pisahkan kedua bagian Koran.
14.  Sebagian Koran disobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
15.  Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan ke-2 kaki, lalu letakkan sobekan kertas pada bagian kertas yang utuh, bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.
Dokumentasi tindakan
a.       Respon klien
b.      Tindakan yang dilakukan klien sesuai atau tidak dengan prosedur.
c.       Kemampuan klien melakukan senam kaki

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Senam kaki adalah kegiatan yang dilakukan oleh pasien DM untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah pada kaki, dll.
B.     Saran
1.      Bagi  Mahasiswa Keperawatan
Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan mempelajari ilmu tentang keterampilan dalam melakukan senam kaki serta dapat mempraktekkannya dengan baik dan benar.
2.      Bagi Perawat dan Tenaga Medis
Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca dapat menambah ilmu tentang keterampilan dalam melakukan senam kaki serta dapat mempraktekkannya dengan baik dan benar.



















BAB 3
DAFTAR PUSTAKA
Potter & perry. 2000. Keterampilan dan Prosedur Dasar. Jakarta: EGC
Effendy, Christantie. Perawatan pasien DHF. 1995. EGC : Jakarta.
Moore, Breanndan, dkk. Medical Test Pemeriksaan Medis. 1996. Grasindo : Jakarta
www,wikipedia Indonesia.com




senam kaki